Melalui Fasilitasi Dewan Kehutanan Nasional (DKN), telah dilakukan Musyawarah Regional selama periode bulan Januari-Juni 2014, untuk menetapkan National Steering Committee (NSC). Saat ini, NSC DGMI beranggotakan 11 orang, merupakan perwakilan 7 wilayah, yaitu: Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua, ditambah 2 orang yang secara khusus mewakili kaum perempuan MAKL yang ditunjuk konstituen melalui proses partisipatif, serta 2 orang yang mewakili Pemerintah dan DKN. NSC kemudian memilih Samdhana Institute sebagai National Executing Agency (NEA).

Peran NEA sebagai berikut :
  • Bertanggungjawab atas pelaksanaan DGM di negara percontohan, termasuk pencairan dana untuk penerima dana hibah sesuai kesepakatan dengan MDB yang terkait
  • Bertanggungjawab atas pengawasan, pelaporan, pengaman fidusier serta pengaman lingkungan dan sosial sesuai dengan kebijakan MDB
  • Melaporkan alokasi dan penggunaan dana kepada MDB pelaksana
  • Berfungsi sebagai sekretariat untuk NSC
  • Menjalin komunikasi dengan pemangku kepentingan di tingkat negara
  • Menyediakan informasi dan bantuan sebagaimana diperlukan kepada penerima dana hibah
  • Menyiapkan informasi untuk GEA dan berkoordinasi dengan GEA


Prinsip-prinsip operasional dan prioritas, modalitas pendanaan dan tata kelola mekanisme hibah khusus harus dikembangkan melalui konsultasi secara luas dan transparan dengan MAKL (dan organisasi mereka yang ditunjuk) di seluruh wilayah proyek, dan membangun berdasarkan pelajaran yang diperoleh dari mekanisme yang ada.

Struktur DGM Indonesia