NSC dan NEA Bahas Tindak Lanjut Setelah DGM-I Diluncurkan
NSC dan NEA Bahas Tindak Lanjut Setelah DGM-I Diluncurkan
  • DGM Indonesia (A)
  • April 04, 2017
Gambar dari judul : NSC dan NEA Bahas Tindak Lanjut Setelah DGM-I Diluncurkan

Paska diluncurkannya  DGM-I di Medan, Jumat 17 Maret 2017 lalu, Komite Pengarah Nasional (NSC) Program DGM Indonesia menggelar rapat terfokus di Jakarta pada 3-4 April 2017. Dalam rapat ini akan diputuskan beberapa hal terkait pengembangan rancangan proyek (project design) sebagai bahan masukan pengembangan Project Appraisal Document (PAD) oleh Bank Dunia yang akan menjadi landasan pelaksanaan program DGM-I. Pertemuan ini diikuti 9 dari 11  anggota NSC.

Pertemuan NSC ini merupakan kelanjutan dari pertemuan NSC sebelumnya yang difokuskan pada penyelesaian darft Project Operational Manual (POM) dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai sumber, khususnya NSC.

“Pertemuan Komite Pengarah Nasional/NSC dirancang untuk mencapai kesepahaman anggota Komite Pengarah Nasional/NSC terhadap Project Operational Manual DGMI yang disiapkan oleh NEA,” terang Yunus Jeffry Ukru, Ketua Komite Pengarah Nasional/NSC.

Pertemuan ini difokuskan untuk membahas aspek mengenai tata kelola kelembagaan Komite Pengarah Nasional/NSC, peran, proses penggantian anggota, masa tugas, komunikasi dan lainnya. Serta pembahasan Project Operational Manual (POM termasuk di dalamnya pembahasan mengenai Call for Proposal dan hal teknis yang terkait.

Rapat dalam dua hari ini dihadiri Yunus Ukru sebagai ketua sekaligus mewakili Region Maluku, Mina Setra sebagai wakil ketua serta mewakili Region Kalimantan, Debby Rambu Kasuantu sebagai sekretaris dan perwakilan perempuan komunitas lokal, Bata Manurun perwakilan dari Region Sulawesi, Def Tri Hamri perwakilan dari Region Sumatera, George Weyasu perwakilan dari Region Papua, Surti Handayani perwakilan perempuan adat, Tri Indana perwakilan dari Region Jawa, Lalu Prima Wiraputra perwakilan dari Region Bali-Nusa Tenggara. Selain representasi region dan keterwakilan diatas, juga hadir Glorio Sanen dari Kamar Masyarakat Dewan Kehutanan Nasional (DKN).

Dari The Samdhana Institute hadir Cristi Nozawa, Ita Natalia, Ahmad Kusworo, Martua T Sirait dan Ratna Pawitra selaku National Executing Agency program DGM di Indonesia.

“Pertemuan ini penting untuk menyamakan langkah kerja NSC-NEA dan mengelola harapan para pihak atas program DGM Indonesia yang, telah lama ditunggu oleh para calon penerima manfaat, yaitu Masyarakat Adat dan Masyarakat Lokal lainnya” tutur Martua T. Sirait

Setelah diluncurkan, Call for Proposal DGM-I diharapkan akan dimulai dalam waktu dekat. Pengumuman mengenai Call for Proposal akan diposting di website ini.