Lokakarya Penulisan Dokumen Hibah DGM-I Tahap 3
Lokakarya Penulisan Dokumen Hibah DGM-I Tahap 3
  • DGM Indonesia (A)
  • October 18, 2020
Gambar dari judul : Lokakarya Penulisan Dokumen Hibah DGM-I Tahap 3

 

Memasuki tahun ketiga pelaksanaan Dedicated Grant Mechanism Indonesia (DGM-I), Komite Pengarah Nasional (National Steering Committee/NSC) telah mengumumkan hasil seleksi penerimaan kertas konsep. Tahapan berikutnya, sebagaimana panduan Project Operation Manual (POM), NEA/Samdhana mengundang komunitas dan lembaga dari 14 proposal terpilih untuk mengikuti Lokakarya Penulisan Dokumen Hibah DGM-I Tahap 3, 28 September sampai dengan 10 Oktober 2020. 

Pelaksanaan lokakarya berlangsung secara virtual, dengan pertimbangan kondisi pandemi COVID19. Selama 10 hari, secara intensif peserta yang merupakan perwakilan penerima hibah mendapatkan materi dan pendampingan dalam 4 kelas, yakni Kelas Baseline; Kelas Monev (LFA dan Rencana Kerja), Kelas ESMF (IRLS dan RPLLS), dan Kelas Pengelolaan Hibah (Anggaran dan Skema Pembayaran).  Materi ini disampaikan dalam kelas yang terbagi menjadi tiga grup. 

Lokakarya diikuti 49 peserta, 12 diantaranya peserta perempuan. Mereka berasal dari Serdang, Kepulauan Tanimbar, Sumba, Biak, Sinjai, Banyumas, Bima, Sukabumi, Rejang Lebong, Hulu Sungai Tengah, Bantaeng, Malinau, Maybrat dan Maluku.

Deputi Eksekutif Direktur Samdhana Institute, Martua T. Sirait, dalam pembukaan Lokakarya menyampaikan bahwa program DGM-I merupakan bentuk kepercayaan berbagai negara dalam kesepakatan internasional, untuk memberikan kesempatan kepada organisasi rakyat (Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal)   dalam kaitannya dengan mitigasi perubahan iklim. DGM-I Tahap 3 fokus untuk mendanai aktivitas-aktivitas yang terkait pengembangan kapasitas Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal (MAKL) dalam meningkatkan penghidupan dan pengelolaan sumberdaya alam berbasis masyarakat (komponen 2).

“Tahap 3 ini fokus pada pengembangan penghidupan masyarakat melalui usaha produktf masyarakat. Memproduksi sesuatu untuk kebutuhan hidupnya, kemudian mengembangkannya serta memasarkannya,” jelasnya.

Martua juga menyampaikan bahwa ada beberapa hal yang secara khusus akan dikembangkan dalam lokakarya ini. Mulai dari penyusunan kerangka pikir dan kerangka kerja logframe, bagaimana mencegah agar tidak terjadi kerusakan lingkungan dan kerusakan sosial dan bagaimana sistem keuangan serta pertanggungjawaban publik dilakukan ditingkat organisasi rakyat. 

Selain materi tersebut diatas, disampaikan juga panduan gender dan inklusi sosial (GESI) oleh Paramita Iswari, adviser NEA/Samdhana untuk GESI.

Sejak penerimaan kertas konsep ditutup pada 17 Februari 2020, DGM Indonesia telah menerima 210 kertas konsep dari 7 region, yaitu Bali Nusa Tenggara (Bali Nusra) sebanyak 47 kertas konsep, Jawa 24, Kalimantan 36, Maluku 14 , Sulawesi 28, Papua 21 dan Sumatera 60. Dari 210 kertas konsep NEA mengundang  42 kertas konsep untuk dapat mengirimkan proposal dan melanjutkan ke proses seleksi berikutnya menjadi 27 proposal dan seleksi akhir yang menetapkan 14 proposal penerima hibah DGM-I tahap 3.