PENGUMUMAN - CALL FOR PROPOSAL 2018

DGM Indonesia mengundang masyarakat adat, komunitas lokal, organisasi berbasis komunitas atau lembaga yang bekerja bersama masyarakat mendukung isu-isu terkait tenurial dan pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat untuk mendapatkan peluang pendanaan.

Penerimaan kertas konsep diperpanjang hingga 31 Desember 2018 pukul 24.00 WIB.

Selengkapnya

Mekanisme Hibah Khusus – Dedicated Grant Mechanism (DGM) Indonesia dirancang untuk meningkatkan kemampuan Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal (MAKL) agar terlibat penuh dalam memastikan hak dan akses hutan dan lahan serta mendapatkan peluang mata pencaharian-penghidupan dari pengelolaannya secara lestari.

NATIONAL STEERING COMMITTE
Melalui Fasilitasi Dewan Kehutanan Nasional (DKN), telah dilakukan Musyawarah Regional selama periode bulan Januari-Juni 2014, untuk menetapkan National Steering Committee (NSC) DGMI. Saat ini, NSC DGMI beranggotakan 11 orang, merupakan perwakilan 7 wilayah, yaitu: Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua, ditambah 2 orang yang secara khusus mewakili kaum perempuan MAKL yang ditunjuk konstituen melalui proses partisipatif, serta 2 orang yang mewakili Pemerintah dan DKN.
Photo Gallery
NATIONAL EXECUTING AGENCY
Melalui Fasilitasi Dewan Kehutanan Nasional (DKN), telah dilakukan Musyawarah Regional selama periode bulan Januari-Juni 2014, untuk menetapkan National Steering Committee (NSC). NSC kemudian memilih Samdhana Institute sebagai National Executing Agency (NEA)
GRANTS
Sampai saat ini lokasi yang tepat dan kegiatan khusus DGMI masih sangat terbuka di 7 region (Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua). Namun demikian NSC telah menetapkan prioritas pendanaan hibah pada kegiatan dan komunitas yang memiliki kharakteristik sebagai berikut
  • Telah memiliki atau setidaknya telah memulai pengerjaan pemetaan daerah
  • Telah memulai, mempersiapkan atau memulai proses pengajuan ijin Hutan Adat dan/ atau Perhutanan Sosial
  • Komunitas yang hidup di daerah retan seperti area gambut, daerah yang retan akan kebakaran hutan, pulau terpencil atau daerah yang retan terhadap tekanan industri seperti pertambangan atau perkebunan