Perpanjangan Waktu Penerimaan Proposal DGM-I

Tim DGM Indonesia mempertimbangkan perlunya penambahan waktu para pengaju kertas konsep dalam menyusun proposal. Dengan demikian, penerimaan proposal ditunggu paling lambat 05 Mei 2019 jam 23:59 WIB (penerimaan melalui email dgmi_proposal@samdhana.org). Atau cap pos tanggal 05 Mei 2019 untuk penerimaan lewat jasa pengiriman pos tercatat.

Harap menggunakan format proposal terbaru :

[FORMAT PROPOSAL CALL 2]

Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan agar dapat diketahui dan dijalankan. Atas perhatian dan kerjasama baiknya, kami ucapkan terima kasih.

Salam hormat,

Tim DGM Indonesia
 

 

Selengkapnya

Mekanisme Hibah Khusus – Dedicated Grant Mechanism (DGM) Indonesia dirancang untuk meningkatkan kemampuan Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal (MAKL) agar terlibat penuh dalam memastikan hak dan akses hutan dan lahan serta mendapatkan peluang mata pencaharian-penghidupan dari pengelolaannya secara lestari.

NATIONAL STEERING COMMITTE
Melalui Fasilitasi Dewan Kehutanan Nasional (DKN), telah dilakukan Musyawarah Regional selama periode bulan Januari-Juni 2014, untuk menetapkan National Steering Committee (NSC) DGMI. Saat ini, NSC DGMI beranggotakan 11 orang, merupakan perwakilan 7 wilayah, yaitu: Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua, ditambah 2 orang yang secara khusus mewakili kaum perempuan MAKL yang ditunjuk konstituen melalui proses partisipatif, serta 2 orang yang mewakili Pemerintah dan DKN.
Photo Gallery
NATIONAL EXECUTING AGENCY
Melalui Fasilitasi Dewan Kehutanan Nasional (DKN), telah dilakukan Musyawarah Regional selama periode bulan Januari-Juni 2014, untuk menetapkan National Steering Committee (NSC). NSC kemudian memilih Samdhana Institute sebagai National Executing Agency (NEA)
GRANTS
Sampai saat ini lokasi yang tepat dan kegiatan khusus DGMI masih sangat terbuka di 7 region (Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua). Namun demikian NSC telah menetapkan prioritas pendanaan hibah pada kegiatan dan komunitas yang memiliki kharakteristik sebagai berikut
  • Telah memiliki atau setidaknya telah memulai pengerjaan pemetaan daerah
  • Telah memulai, mempersiapkan atau memulai proses pengajuan ijin Hutan Adat dan/ atau Perhutanan Sosial
  • Komunitas yang hidup di daerah retan seperti area gambut, daerah yang retan akan kebakaran hutan, pulau terpencil atau daerah yang retan terhadap tekanan industri seperti pertambangan atau perkebunan